Hari ini,

malam sedang mengalir secara damai. Membuat gue sedikit termenung sambil memandangi langit dari jendela. Gue hanya melihat satu bintang yang masih bertahan.

"Kok, satu doang?!? Ada apakah gerangan?" gumam gue.

Karena cuma satu bintang, akhirnya gue jadi bete sendiri. Maka, berakhir lah kalimat sok-sok-an puitis seperti ini. Selain kurang memadai, bisa fatal juga apabila gue tetap memaksakan. Suatu hal yang mungkin saja terjadi, semesta akan mem-vonis gue sebagai anggota Lia Eden dengan tuduhan menyesatkan umat manusia.

Kemudian,

tiba-tiba mata gue pun spontan tertuju pada sebuah buku. Buku yang sudah nggak asing lagi dipandang oleh mata. Awalnya, gue memperkirakan itu adalah kitab suci kera sakti yang diturunkan oleh dewi sanca. Amitaba.

Namun, ketika hendak melihat buku itu kembali dengan penuh tatapan tajam.

Ternyata oh ternyata, buku yang dimaksud tadi adalah buku favorit gue sejak dahulu kala. Bahkan, sampai sekarang.

Sejenak gue berpikir,

entah kenapa setiap kali membaca buku yang membuat gue sampai terkagum-kagum, selalu timbul pertanyaan yang ada di dalam pikiran gue tentang karya-karya si penulis. Terutama rahasia dibalik kesuksesan penulis besar dunia. Seperti.... bagaimana, sih, perjalanan hidup mereka sehingga bisa menciptakan tulisan-tulisan yang begitu cerdas dan membuat gue haus untuk membaca setiap halamannya. 

"Emang apa aja, sih, yang mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa menghinoptis gue (pembaca) lewat buku yang mereka telah tuliskan?"

Padahal, dulu, sewaktu gue masih terlena dengan pergaulan pada zaman purbakala. Menulis melalui blog ini adalah hal yang sama sekali belum pernah terbayangkan sebelumnya. Sama sekali, nggak. Adalah mustahil gue menghabiskan waktu berjam-jam pada sebuah laptop, hanya untuk sekadar menulis atau bercerita yang gue sendiri nggak tahu bisa melakukannya atau tidak.

Tapi semua telah berubah, ketika gue membaca artikel yang membahas problema kreativitas manusia. Buat apa hidup di dunia fana ini, kalau tidak pernah melakukan sesuatu yang "wah". Sesuatu yang tidak terbiasa dilakukan pada kesehariannya. Sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sesuatu yang keluar dari zona nyamannya. Maka, katakanlah... bahwa "Hidupmu terasa membosankan".

Sesaat gue langsung teringat sama teman yang pernah menuliskan kata- kata brilian ditimeline twitternya yang entah dari mana sumbernya.

"Unless you change how you are, you will always have what you've got." - Jim Rohn.
Bila kita tidak berubah, maka kehidupan kita ya akan begini-begini saja.

"Life is always at some turning point." - Irwin Edman
Setiap saat dalam hidup kita adalah sebuah titik balik yang bisa digunakan untuk merubah hidup, melakukan sesuatu yang baru.

Melalui kata mutiara itu, akhirnya otak tak senonoh gue bisa tersadarkan untuk melakukan sesuatu yang baru. Gue ingin mencoba menelusuri dunia tulis menulis. Gue ingin berkarya dengan segala yang gue bisa ciptakan. Walaupun itu bukan apa-apa untuk orang lain. Setidaknya gue telah berusaha mencoba untuk keluar dari zona aman (comfort zone).

Lalu supaya lebih mengerti, dan tidak tersesat oleh ngarang. Alangkah baiknya gue melihat dulu apa yang penulis-penulis lakukan sebelum mereka mendapatkan kesuksesannya dalam menghasilkan sebuah maha karya.

Mungkin. Jikalau mengetahui tentang perjalanan mereka. Gue akan menjadi lebih banyak tahu tentang nilai-nilai positif dalam sebuah proses. Setelah itu, gue akan mencoba belajar untuk mengikuti proses yang biasa mereka lakukan, dengan harapan gue bisa ketularan menjadi suskes. Hehe. Karena banyak dari mereka yang tetap teguh dalam menulis dan telah melewati banyak proses yang panjang... Dan sampai pada akhirnya, mereka memperoleh sebuah hasil yang memuaskan dengan segala maha karya-karya-nya lewat buku yang disukai oleh banyak pembaca.

Mungkin (lagi). Dengan begitu, bila mana kita mengamati perjalanan mereka (si penulis sukses) tentu akan sangat menginsipirasi, bukan?

Tapi, jangan mulai menulis hanya demi mendapatkan popularitas. Mulailah menulis dari sini *nunjuk hati*
IYA. Kalau kata nyokap gue, sih, begitu. Nggak tahu, ya, kalau mas Anang!

P.S: (((Ketika si Mamat telah di ruqyah)))


27 comments:

  1. yapp...jangan menulis karna popularitas...
    tulis apa yang ingin kita tulis...walaupun mungkin buat orang yang membaca kurang menarik..
    namun itulah hasil karya kita..lambat laun tulisan kita pasti akan berkembang jadi lebih baik jika terus dibiasakan untuk menulis..
    menjadi penulis handal mungkin memang gak gampang...tapi setidaknya kita bisa memulainya dengan hal2 yang sederhana..
    paragraf demi paragraf..tentunya seperti apa yang kamu bilang tadi...dengan mengamati penulis yang sukses...mereka bisa jadi inspirasi tersendiri buat perkembangan menulis kita...

    ayo mulai menulis dengan hati.. :)

    ReplyDelete
  2. semangat,,, tulislah apa yang ada di dalem hati dan matengin komnsep. dengan itu ceritanya akan semakin menarik :)

    ReplyDelete
  3. mat..mat...beberapa paragraf kayak bukan kamu yang biasanya ya...hahahaha... *jahat

    benerr...hidup cuma sekali..rugi kalo nggak dibikin jadi "wah"...
    semangat nulisnya mat..siapa tau bentar lagi gaya nulis kamu berubah jadi lebih mendayu2, inspiratif, dan...entahlah...

    kenapa dibawah ada mas anang sih..berasa nulisnya pas habis nonton idol nih... --"

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa nih setuju sama Miftah
      makin ke sini si Rahmat makindewasa euy uhuuuuk
      jadi awalnya memang susah untuk memulai sesuatu yg sebenarnya kita tidak tahu bisa melakukan atau tidak, tapi setelah terinspirasi dari penulis2 handal rasanya kita memang pantas memberi apresiasi
      menulis juga butuh proses, layaknya kehidupan, menulis jg kadang pahit
      tsaaaaaah
      Ayo Mat sama2 menelurkan sebuah karya, semoga ya amin

      Delete
  4. Dewi Sanca itu siapa Mat? siluman ular putih? atau siluman ulat bulu? -_-

    asik nih yang mau keluar dari zona nyaman. tinggal gue tunggu hasilnya aja.. bakalan tetep knsisten ke depannya atau akhirnya jenuh sendiri. kalo setau gue sih, banyak orang pengen jadi penulis. tapi orang itu sendiri gak tau mau nulis apa. jadi menurut gue kalo emang orang pengen jadi penulis ya nulis.

    tulisan elo udah rapi dan lumayan sih Mat, jarang typo juga. ini modal.. jangan kayak Ihsan, udah jadi penulis typo-nya gak sembuh2 hahaha

    ReplyDelete
  5. ah emang kok kalo hidup dlm zona aman itu engga greget, g ada yg bisa diceritain ke anak cucu kita.
    emang ada y yg nulis karna popularitas?? *serius nanya* kalo aku sih emang pengen nulis dan berbagi pengalaman aja. ayoo lebih semangat nulis lagi siapa tau bisa nyusul kesuksesan mereka

    ReplyDelete
  6. Gue yakin 50% lo abis baca buku yang agak serius mat, solanya keliatan banget tulisan lo ada diksi yang formal abis... hahaha

    yang gue tangkep dari postingan lo ini kesuksesan orang lain adalah panutan buat kita2 yang masih muda dan nggak tau mesti ngapain. itu bukan sih -lah?

    btw, gue baru tau tampalate blog lo baru :D keren..

    ReplyDelete
  7. Hah? Phopyularuity? Hish, nggak dari sini *nunjuk hati* mah emang nggak mantep. Aku pernah soalnya..
    Waktu itu gegaranya, aku lama nggak posting dan akhirnya memaksakan. Jadi, hasilnya nggak memuaskan. Toh, ada kesan 'maksa' yang amat sangat kalau nulisnya masih didasarkan faktor 'P' itu tadi :/ pfuh

    ReplyDelete
  8. wah, Mat. ini yakin lo yang nulis? lo yang sedeng bisa nulis ginian? hahaha. harus manggil pak dukun supaya ngusir setan dari tubuh lo kayaknya. haha

    tapi sialnya, gua setuju dengan yg lo bilang. gua jg selalu iri dengan setiap penulis. makanya gua mencoba menuliskan pemikiran gua di blog

    ReplyDelete
  9. hmmm...penasaran, apasih buku favorit loe itu??? hmm...suka sama qoute loe, hehe...
    ternyata kalu loe di ruqiah, bagus juga isi postingannya, ya...haha

    ReplyDelete
  10. wa blognya makin kece aja matt, keren banget :D

    ReplyDelete
  11. Lah? Gak disebutin buku yang dimaksud apaan? Ini maksudnya apa? Mau buat pembaca penasaran? Ato apa?

    Banyak yang gak yakin sama tulisan ini. Haha.
    Gue gatau si bang mamat ini gimana ciri khasnya, tapi kalo ngebaca di kolom komentar, absurd yang kena ruqiah. Jadi terlahir tulisan begini.

    Ya gimana mau manusia hidup begitu-begitu saja. Kayak tulisannya kak Er itu, manusia bakal mencapai titik jenuh. Ya gitu, lantaran ngelakuin hal yang sama di tiap harinya.

    Moga setan yang ada dalam diri lo bisa cepet keluar ye bang ._.v

    ReplyDelete
  12. Wah buku apa sih mat? Penasaran gue..
    Gue juga ada penulis2 yg menginspirasi sih, gue suka tulisannya Pandji Pragiwaksono, raditya dika juga. Hahaha..
    Dan bener juga penulis2 besar mereka melewati proses yg panjang untuk menjadi seperti saat ini, tapi ya itu mereka menulis pake hati dan karena mereka suka, bukan untuk mencapai popularitas. :3

    ReplyDelete
  13. boleh dong kak tau buku yang sangat menginspirasi kaka itu? kali aja bisa menginspirasi aku juga hehe.
    kalau buku tentang menulis, bisa pakai bukunya a.s. laksana tuh ka. nah, di dalam bukunya itu ada teknik ''tiga kata' buat bikin tulisan. Dimulai dari tiga kata, ntar bisa jadi beberapa paragraf gitu kak.

    dan menurut saya, dengan kakak ngeblog, juga udah maju satu langkah buat jadi penulis ka :)
    Pernah saya membaca quote gini, "kalau ingin menjadi penulis, yaa menulislah"
    Selamat menulis kak! :)

    ReplyDelete
  14. Yoash. Mulai banyak yang serius mendalami dan keluar untuk berkarya nih. :))

    ReplyDelete
  15. Ciee, semoga sukses yaaa.. Nih, gue punya quote biar lo tambah semangat dan tidak cepat berputus asa..

    "Ambil resiko dan menang, atau berada di zona aman dan kalah..."

    Semangat buat mamat! :))

    ReplyDelete
  16. Wih keren nih bisa kerasukan kata-kata om mario. Etapi bener sih, kalo kita milih buat terus berada di zona nyaman, hidup kita selamanya bakal gitu sampe masuk liang kubur. Makanya selama masih bisa napas, cari sesuatu yang unik yang bikin hidup kita lebih baik.

    Etapi menurutku ya, boleh sih ngikutin cara penulis sukses. Tapi nanti pasti kita punya jalan sendiri. Nggak pure ngikutin mereka. Toh tiap orang pasti punya jalan sendiri-sendiri buat sukses :D

    ReplyDelete
  17. Ah iya. Betul sekali. Perlu sesekali keluar dari zona nyaman kita. Mencoba sesuatu yang baru, dari yang pernah ada. Keluar dari nyamannya kita pada sebuah keadaan yang selalu berulang setiap harinya. Keluar, dan temukan bakat dan potensi kita di luar sana. Maksimalkan potensimu, kami tunggu karyamu^^

    ReplyDelete
  18. nah iya, berusaha itu perlu banget, karya yang udah lahir itu nggak melulu instan, kalau instan pasti nggak bertahan lama, liat aja mie rebus, kalau abis di rebus-nggak dimakan pasti jadi nggak enak. Jadi kerjain apa yang lo bisa, dan fokus apa yang lagi lo kejar brooo. :)

    ReplyDelete
  19. Iya, gue juga kadang suka mikir "kok bisa ya mereka (penulis terkenal) bisa nelorin karya yang keren" . Namanya orang sukses pasti dulunya pernah susah, pernah salah sampe akhirnya bisa sukses. kalo kata einstein "Orang yang gak pernah bikin kesalahan, dia tidak pernah mencoba hal yang baru" *nyambung kan?*

    ReplyDelete
  20. Gue menulis bukan karena untuk popularitas, tapi karena ini hobby gue, dan ini dunia gue. Gue menulis di blog ya menulis aja, cerita ini itu, karena selama gue masih ingat dengan cerita kenapa nggak gue bagi ke yang lain (pembaca) meskipun itu cuma tulisan iseng-iseng aja, seenggaknya udah berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya, daripada orang yang pengin nulis tapi cuma gede ngomong doang kan tanpa bukti nyata. :)

    ReplyDelete
  21. aku sih suka sama postingan kamu. Aku IYA, nggak tau kalo si Dhani gimana. :v

    ReplyDelete
  22. gue mah nulis buat seneng=seneng aja. berbagi sama orang lain

    ReplyDelete
  23. Ngelakuin sesuatu yang bener-bener dari hati itu nikmatnya nggak bisa tertandingi deh, termasuk nulis :v

    ReplyDelete
  24. iya mamat benarrr sekali, itu pun sama intinya dengan Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum bila kaum itu tidak mengubahnya sendiri..iya sih bener, jadi harus selalu melakukan lebih kalau pingin dapet lebih...if you expect something big then just do something big!! @.@ ya gitu dehh..tumben Matt @.@

    ReplyDelete
  25. menulislah berdasarkan hati jangan emosi, kalau emosi biasanya kata2nya nggak baik yang keluar , kaya status2 di fb sekarang ini aduuuhh...

    ReplyDelete